Memilih Hosting dan Menginstall WordPress

Anda sudah selesai membaca Cara Mudah Mulai Membuat Blog, telah memiliki domain dan sekarang ingin set up blog anda agar segera aktif? Kini waktunya untuk berlangganan hosting. Memilih hosting ibarat memilih rumah untuk domain blog / website anda, di hosting inilah anda akan menyimpan data-data untuk blog situs anda. Data berupa gambar / teks tulisan akan dititipkan ke server hosting supaya bisa diakses oleh visitor situs anda.

Ada beberapa contoh jasa hosting yang bisa digunakan,

  1. Niagahoster
  2. Bluehost
  3. Hawkhost
  4. Hostgator
  5. Namecheap
  6. A2hosting
  7. Kinsta

Kalau bingung memilih yang mana, tenang saja karena sebagian besar jasa hosting memiliki harga dan servis yang tidak jauh berbeda. Kalaupun tidak senang dengan hosting yang sudah anda beli, anda bisa pindah hosting kapan saja.

blog hosting wordpress
image by freepik

Jenis hosting

Sebelum memilih paket hosting yang sesuai untuk blog / situs anda, ada baiknya memahami dulu dengan beberapa jenis hosting yang biasanya ditawarkan. Umumnya jenis hosting yang ditawarkan adalah shared hosting, vps hosting, dedicated hosting, cloud hosting dan wordpress hosting.

Shared hosting

Jenis hosting yang paling murah dan mudah untuk digunakan. Sangat cocok untuk usaha kecil atau untuk anda yang baru mau membangun website. Shared hosting sangat populer digunakan oleh banyak orang, tentu karena mudah dan murah. Tetapi namanya saja shared, anda akan berbagi pemakaian dengan pengguna lainnya.

Kerugiannya adalah kalau user lain mengalami masalah atau mendapat masukan trafik yang tinggi, website / blog anda juga akan terkena dampaknya. Shared hosting diperuntukkan bagi website yang belum memiliki trafik pengunjung yang banyak.

VPS hosting

VPS atau Virtual Private Server adalah server yang masih berbagi dengan user lainnya, tetapi di VPS penyedia jasa akan membagi beberapa bagian khusus untuk anda. User lain yang berbagi server dengan anda tidak sebanyak di shared hosting, oleh karena itu apabila user lain mengalami gangguan tidak akan berdampak sebesar kalau menggunakan shared hosting.

VPS hosting membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam untuk mengurus server dan biaya yang lebih tinggi. Maka dari itu VPS hosting lebih diperuntukkan kepada bisnis atau website yang sudah lebih maju dan mendapat trafik pengunjung yang cukup banyak.

Dedicated hosting

Hosting server yang didedikasikan hanya kepada satu user / pengguna saja. Tidak seperti VPS atau shared yang berbagi penggunaan dengan user lainnya. Karena hanya satu user saja yang menggunakan, jelas saja kinerja situs akan lebih baik lagi.

Tentu saja dedicated hosting membutuhkan pengetahuan tentang pengelolaan server yang lebih dalam lagi dan biaya yang lebih besar juga. Dengan catatan anda mendapat kontrol penuh terhadap server, keamanan yang lebih terjamin dan website yang lebih andal. Dedicated hosting diperuntukkan bagi website yang sudah mendapat trafik pengunjung yang sangat banyak, biaya per bulan pun bisa mencapai hingga satu juta rupiah.

Cloud hosting

Cloud hosting pun sangat banyak digunakan karena keunggulannya yang tidak memiliki downtime. Pengertian dasar cloud hosting adalah lebih dari satu server akan bekerja agar website anda tetap up. Apabila server 1 mengalami masalah, server 2 akan mengambil alih secara otomatis untuk menjaga situs anda agar tidak down.

Sayangnya biaya untuk cloud hosting tidak bisa diperkirakan, karena anda akan membayar sesuai dengan penggunaan. Penggunaan yang tinggi akan memakan biaya yang lebih tinggi.

Cloud hosting diperuntukkan bagi bisnis atau website menengah ke atas yang memiliki trafik masuk yang sangat banyak. Hosting ini juga mudah digunakan seperti shared hosting.

Untuk website bisnis macam toko online, marketplace yang membutuhkan akses 24 jam tanpa downtime, maka cloud hosting adalah jawabannya.

WordPress hosting

Sama dengan shared hosting, dengan harga dan cara kerja yang sama juga. Hanya saja hosting ini lebih diperuntukkan khusus bagi pengguna yang mau menggunakan wordpress. Terdapat fitur-fitur terkait wordpress yang terkadang ditawarkan oleh penyedia jasa hosting. Kalau anda pemula dan mau memulai wordpress, mungkin hosting inilah yang paling cocok untuk digunakan.

Jangan lupa kalau anda selalu bisa mengganti hosting kapan saja.


Setelah anda memilih hosting, selanjutnya anda akan menyambungkan domain anda ke hosting yang baru saja anda bayar. Caranya adalah dengan pergi ke registrar tempat domain anda, lalu mengganti nameserver domain anda dengan nameserver host anda. Kalau sudah selesai setting nameserver domain anda, domain / website anda akan segera aktif setelah menunggu beberapa saat dan bisa langsung saja menginstall wordpress.

Apa itu nameserver? Nameserver adalah rantai penghubung yang akan menghubungkan domain anda dengan jasa hosting yang telah dipilih. Nameserver akan memberikan informasi kepada domain anda ke manakah harus mencari data untuk website / blog.

Misalnya anda berlangganan hosting bluehost dan mendaftarkan domain anda di sana. Lalu anda akan mengganti nameserver domain anda dengan nameserver yang telah diberikan oleh bluehost. Domain yang telah diset tersebut akan dapat membaca dan menampilkan data-data yang telah disimpan di bluehost tersebut.

Anggap seperti ini, anda baru saja memberi laptop baru, tetapi laptop baru anda tidak akan bisa menampilkan data-data dari laptop lama, karena anda harus memindahkan datanya terlebih dulu.

Menginstall wordpress

Anda bisa saja langsung memilih wordpress hosting saat memilih jasa hosting. Atau bila pilihan wordpress hosting tidak tersedia, anda bisa pilih saja shared hosting dan menginstall sendiri. Caranya mudah, langsung saja pergi ke cpanel dan memilih install wordpress yang biasanya ada di bagian bawah. Cpanel biasanya dapat anda temukan di bagian manajemen hosting / setting.

cpanel install wordpress

Anda tinggal masuk dan langsung install saja. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan,

  1. Installation URL – domain yang anda daftarkan pada hosting ini akan terdaftar secara otomatis.
  2. Site name & description – name dan deskripsi situs / blog yang akan muncul di homepage, bisa diganti kapan saja di dashboard setting wordpress.
  3. Admin username & password – yang akan anda butuhkan nanti untuk login ke dashboard wordpress. Cara untuk login ke dashboard wordpress anda nanti adalah domainanda.com/wp-admin lalu masukkan username dan password.

Secara umum akses cpanel, install wordpress dan nameserver tidak akan sulit ditemukan, dikarenakan 3 hal ini adalah sesuatu yang krusial untuk mulai menjalani website / blog wordpress.

Setelah anda selesai menginstal wordpress untuk situs / blog anda, selanjutnya anda harus memastikan SSL untuk website / blog anda aktif atau tidak. Apa itu SSL? Yaitu https, apakah blog anda https atau hanya http saja saat anda buka. Hal ini penting agar blog anda lebih mudah untuk naik peringkat di google search engine. Kalau anda sudah benar melakukan set up koneksi domain dengan hosting anda, https akan aktif dengan sendirinya setelah beberapa saat. Kalau tidak kunjung aktif, lebih baik segera hubungi layanan customer jasa hosting untuk meminta bantuan.

Baca juga Cara Mudah Mulai Membuat Blog

angindewa

angindewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *